Register

Pencarian


   
 
 
 

Meron, Tradisi Lokal Pati Yang Perlu di lestarikan

Meron, Tradisi Lokal Pati Yang Perlu di lestarikan

 
yanto wartono
2016-07-27 22:12:44
yanto wartono Seni Budaya 0 322
 
Meron, Tradisi Lokal Pati Yang Perlu di lestarikan

Meron, Tradisi Lokal Pati Yang Perlu di lestarikan

 

Berita Seni Budaya Pilihan

 
 
 
 
 

Kegiatan rutin  warga di Sukolilo, salah satu kecamatan paling selatan kabupaten Pati yang berbatasan dengan kabupaten Grobogan menyelenggarakan tradisi Mauludan yang diselenggarakan satu tahun sekali menurut kalender Hijriah sebagai bentuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Meron adalah tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW juga berlangsung di kecamatan Sukolilo, 27 km arah selatan Pati. Upacara ini ditandai dengan arak-arakan nasi tumpeng yang menurut masyarakat setempat disebut Meron. Nasi tumpeng tersebut dibawa ke masjid Sukolilo sebagai kelengkapan upacara selamatan. Prosesi Meron tersebut diikuti oleh aneka ragam kesenian tradisional setempat. Setelah upacara selamatan selesai, nasi Meron kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung.

Asal-usul tradisi meron

Pati dan Mataram mempunyai hubungan kekerabatan yang baik. Mereka sepakat mengembangkan Islam yang subur dan menentang setiap pengaruh kekuasaan asing. Banyak pendekar sakti mataram yang didatangkan ke Pati untuk melatih keprajuritan. Karena itu mereka harus tinggal berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di Pati. Ada seseorang bernama Ki Suta Kerta yang menjadi demang Sukolilo. Meskipun ayah dan kakeknya berasal dari Mataram dia belum pernah mengenal bumi leluhurnya. Tapi dia bersukur tinggal di Pesantenan karena kotanya juga makmur. Sebaliknya saudara Ki Suta yang bernama Sura Kadam ingin berbakti pada Mataram. Diapun pergi ke Mataram, ketika sedang bersiap menghadap Sultan, ada keributan. Ada seekor gajah mengamuk dan telah menewaskan penggembalanya. Sura Kadam pun berusaha mengatasi keadaan. Dia berhasil menjinakkan gajah dan menunggaginya, dia diangkat menjadi punggawa Mataram yang bertugas mengurus gajah. Suatu hari Sura Kadam bertugas memimpin pasukan Mataram menaklukkan Kadipaten Pati. Setelah perang usai Sura Kadam pun menjenguk sudaranya di kademangan Sukalilo. Demang Sura Kerta terkejut dan ketakutan. Dia takut ditangkap dan diringkus. Sura Kadam mengetahui hal itu dan menjelaskan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk menyambung tali persaudaraan dan dia sudah membaktikan diri pada Mataram. Dia minta izin supaya para prajurit diijinkan menginap di kademangan Sukolilo sambil menunggu saat yang tepat untuk kembali ke Mataram. Sura Kadam pun mengusulkan supaya mengadakan acara semacam sekaten untuk menghormati Maulud Nabi dan memberi hiburan pada rakyat. Kemudian mereka membuat gelanggang keramaian seperti sekaten. Rakyat menyambutnya dengan gembira. Karena itulah keramaian itu disebut meron yang berasal dari bahasa jawa rame dan iron-tiron-tiruan.

IMG-20140115-WA0006IMG-20140115-WA0010IMG-20140115-WA0008IMG-20140115-WA0005IMG-20140115-WA0001IMG-20140115-WA0002IMG-20140115-WA0003IMG-20140115-WA0004
Dalam arak-arakan acara tersebut, diiring beberapa gunungan yang sangat khas, karena terbagi menjadi tiga bagian.
Bagian teratas adalah mustaka yang berbentuk lingkaran bunga aneka warna berisi ayam jago atau masjid. Ayam jago menyimbolkan semangat keprajuritan, masjid merupakan semangat keislaman, dan bunga simbol persaudaraan.
Bagian kedua gunungan itu terbuat dari roncean atau rangkaian ampyang atau kerupuk aneka warna berbahan baku tepung dan cucur atau kue tradisional berbahan baku campuran tepung terigu dan tepung. Ampyang melambangkan tameng atau perisai prajurit dan cucur lambang tekad manunggal atau persatuan.
Adapun bagian ketiga atau bawah gunungan disebut ancak atau penopang. Ancak itu terdiri ancak atas yang menyimbolkan iman, ancak tengah simbol islam, dan ancak ba wah simbol ikhsan atau kebaikan.

 
 
 
 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Member

Belum ada komentar.

Tulis Komentar

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 
 

Komentar Facebook

   

Infopati Media Network

copyright 2016 infopati.com presented by xbiz media network by indiego inti corpora

infopati.com | Informasi Pati menyajikan berita, event/agenda/acara, artikel Kota Pati dan Eks Karisidenan Pati paling lengkap.


Lets Connected

  •   admin@infopati.com
  •  024-123456789
  •  Jl. A. Yani, 46 Semarang - Jawa Tengah
 
   
 
 
copyright 2016 infopati.com presented by xbiz media network by indiego inti corpora

Informasi Akurat Seputar Eks Karisidenan Pati infopati.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. infopati.com is a registered trademark of Infopati Media Network by
indiego inti corpora.

Tutup Iklan